58 tahun
menemani tumbuhnya ilmu.
Berawal dari satu ruang mengaji pada 1968, Yayasan Al Islam kini menaungi empat unit pendidikan formal dengan 0 peserta didik aktif.
Dari majelis kecil menjadi empat madrasah.
Yayasan Al Islam didirikan oleh sekelompok guru dan tokoh masyarakat yang menginginkan pendidikan yang tidak memisahkan ilmu dunia dan ilmu agama. Kegiatan pertama berlangsung di serambi masjid dengan belasan anak.
Unit TK berdiri lebih dahulu, disusul MIK, MTs, dan terakhir MAK. Keempatnya kini berbagi satu kampus, satu standar pembinaan, dan satu arah lulusan.
“Menjadi lembaga pendidikan Islam yang melahirkan generasi berilmu, beradab, dan mencintai Al-Qur'an.”
Mendidik, bukan sekadar mengajar.
Prinsip yang dipegang seluruh unit, dari kelas TK hingga ruang praktik MAK.
Kurikulum Terpadu
Kurikulum nasional, diniyah klasik, serta bahasa Arab dan Inggris berjalan dalam satu sistem penilaian yang utuh — bukan tempelan mata pelajaran tambahan.
Pembinaan Al-Qur'an
Tahsin sejak TK dan tahfizh bertarget di MTs–MAK, dibina lewat halaqah harian dengan rasio pembimbing yang kecil.
Adab Sebelum Ilmu
Pembiasaan ibadah, adab bertutur, dan tanggung jawab harian dinilai setara dengan capaian akademik.
Potensi yang Berimbang
Sains, olahraga, dan seni Islami dibina serius melalui ekstrakurikuler terkurasi hingga tingkat provinsi dan nasional.
“Kami tidak menjanjikan anak yang sempurna. Kami menjanjikan lingkungan yang membiasakan mereka jujur, tertib, dan dekat dengan Al-Qur'an.”
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Segala puji bagi Allah yang telah menitipkan amanah pendidikan kepada kami. Sejak berdiri, Yayasan Al Islam berikhtiar menghadirkan jalur pendidikan yang utuh — dari taman kanak-kanak hingga madrasah aliyah — dengan ilmu, adab, dan Al-Qur'an sebagai porosnya.
Kami percaya pendidikan bukan sekadar memindahkan pengetahuan, melainkan membiasakan kebaikan: jujur dalam ujian, tertib dalam ibadah, santun kepada guru dan orang tua. Karena itu setiap unit kami kelola dalam satu tarikan napas yang sama, dengan guru-guru yang dibina secara berkala.
Kepada para orang tua dan wali, terima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Pintu kami selalu terbuka untuk saran dan silaturahmi. Semoga Allah memudahkan langkah kita dalam membersamai tumbuhnya generasi yang shalih dan berilmu.